POLITITUDE – Dalam momentum Hari Kasih Sayang, Senator Mirah Midadan Fahmid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap program penanaman pohon untuk penghijauan di Desa Karamabura yang dilaksanakan bersama Kementerian Kehutanan.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni simbolik, melainkan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta memperkuat komitmen kolektif terhadap keberlanjutan alam.
Menurut Senator Mirah, Hari Kasih Sayang tidak hanya dimaknai sebagai ekspresi cinta antarindividu, tetapi juga sebagai refleksi kasih terhadap bumi sebagai rumah bersama.
“Menanam pohon adalah bentuk cinta paling tulus kepada kehidupan. Dari akar yang ditanam hari ini, akan tumbuh harapan, oksigen, keteduhan, dan keberlanjutan untuk anak cucu kita,” ujarnya.
Desa Karamabura dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi ekologis yang besar sekaligus tantangan lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Program penghijauan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat setempat, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kelestarian alam.
Senator Mirah menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga legislatif dan Kementerian Kehutanan menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Ia menilai bahwa pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat desa, kelompok pemuda, dan komunitas lokal merupakan kunci keberhasilan program penghijauan.
Dengan keterlibatan langsung masyarakat, pohon-pohon yang ditanam tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian kolektif.
Lebih lanjut, Senator Mirah menyampaikan bahwa penghijauan memiliki dampak jangka panjang yang signifikan, mulai dari mencegah erosi, menjaga ketersediaan air tanah, hingga meningkatkan kualitas udara. Selain itu, keberadaan ruang hijau juga berpotensi mendukung pengembangan ekonomi berbasis lingkungan, seperti agrowisata dan pengelolaan hasil hutan yang berkelanjutan.
Dalam konteks Hari Kasih Sayang, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai cinta secara lebih luas dan substansial.
“Cinta bukan hanya tentang kata-kata dan hadiah, tetapi tentang tindakan nyata yang memberi manfaat bagi banyak orang. Menanam pohon hari ini berarti menghadiahkan kehidupan untuk masa depan,” tegasnya.
Senator Mirah juga mendorong agar program serupa dapat direplikasi di berbagai daerah lain, dengan memperhatikan karakteristik lokal dan kebutuhan masyarakat setempat.
Ia berharap gerakan penghijauan ini menjadi agenda berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan insidental. Pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan sektor swasta diharapkan dapat bersinergi untuk memperluas dampak positif program ini.
Menutup pernyataannya, Senator Mirah menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab moral bersama. Melalui momentum Hari Kasih Sayang, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menanamkan semangat cinta terhadap alam dalam setiap kebijakan, tindakan, dan gaya hidup sehari-hari.
“Mari kita rawat bumi dengan penuh kasih, karena dari bumi inilah kehidupan kita bertumbuh,” pungkasnya.***
