POLITITUDE – Senator Mirah Midadan Fahmid menilai Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki peluang besar dalam pengembangan lapangan kerja hijau atau green jobs yang mencakup sektor energi terbarukan hinggah pengelolaan wisata berbasis ekologi dan konservasi.
“Potensi green joobs maupun green policy bisa diterapkan hingga dalam berbagai macam sektor di NTB, dan itu sangat memungkinkan,” ujar anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut di Mataram, Kamis.
Mirah mengatakan Nusa Tenggara Barat memiliki alam yang indah dan juga tambang mineral yang melimpah. Di Indonesia, imbuhnya, tidak banyak daerah yang memiliki dua potensi seperti itu sekaligus.
Kombinasi alam dan usaha ekstraktif menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai daerah yang sangaat kaya potensi, namun juga butuh pengelolaan yang cermat agar manfaat bisa dirasakan oleh penduduk lokal.
Ia menegaskan penerapan lapangan kerja hijau sangat memungkinkan dan bisa di terapkan lintas sektor dengan salah satu peluang terbesar terletak pada bidang energi terbarukan.
“Adanya matahari, air, hingga panas bumi. NTB punya potensi enrgi terbarukan yang sangat kaya dan memungkinkan untuk di kembangkan yang akhirnya create jobs, create demand, dan create supply dalam lingkuk ekonomi hijau,” kata anggota legislatif daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat tersebut.
lapangan kerja hijau lahir dari kebijakan, baik itu pemerintah pusat maupun juga pemerintah daerah. Jika tidak ada kebijakan yang menyokong, maka peluang perkerjaan yang relevan dengan masa depan dan membantu menciptakan ekonomi lebih hijau dan lestari sulit tercipta.
Mirah menekankan pentingnya dukungan kebijakan agar pengembangan lapangan kerja hijau bisa semakin pesat untuk tumbuh dan berkembang, terkhusus bagi daerah kepulauan seperti Nusa Tenggara Barat
“Dari zaman saya kampanye sampai saat ini, salah satu isu yang saya pegang adalah energi terbarukan. saya percaya dengan potensi yang di milik oleh NTB untuk energi terbarukan,” pungkasnya.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB menyebutkan total potensi energi terbarukan sampai 13.563 megawat (MW) yang terdiri dari bioenergi 298 MW, sampah kota 32 MW, angin 2.605 MW dan tenaga surya 10.628 MW.
Berdasarkan data PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) pada akhir 2025, kontribusi energi baru terbarkan pada sistem kelistrikan NTB baru sekitar 5 persen atau 22 megawatt dari total daya mampu sebesar 400 megawatt.
Sumber setrum bersih paling besar berasa;l dari pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS yang terletak di Sngkol, Sambelia, Pringgabaya, dan Gili Trawangan.***
