POLITITUDE – Pengurus Provinsi Persatuan Besar Padel Indonesia (PBPI) Nusa Tenggara Barat resmi dikukuhkan. Momen ini menjadi kekuatan baru dunia olahraga NTB menuju PON 2028. Mataram, Rabu, 07/01/2026.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PBPI Pusat Galih Dimuntur Kartasasmita menyampaikan apresiasi tinggi atas berhasilnya olahraga padel masuk sebagai cabang olahraga resmi pada PON 2028, sebuah pencapaian yang menurutnya tidak mudah.
“Padel adalah olahraga dengan perkembangan tercepat di dunia, dan saat ini negara dengan perkembangan padel paling cepat justru Indonesia,” tegas Galih.
Dirinya menyebutkan, saat ini sudah terdapat 20 provinsi yang mengembangkan padel, dan NTB menjadi provinsi yang sangat penting dalam target jangka pendek PBPI, mengingat NTB akan menjadi salah satu daerah strategis menuju PON 2028.
Menurut Galih, keberhasilan pengembangan padel tidak hanya bertumpu pada industri dan bisnis olahraga semata. Pembinaan harus dimulai dari usia dini agar padel benar-benar menjadi olahraga rakyat.
“Bisnis boleh, industri boleh, tapi olahraga ini harus merakyat. Pembangunan padel harus dimulai dari usia dini. Harus ada kerja sama dengan sekolah dan pemilik klub. Bangunlah lapangan padel di dekat sekolah-sekolah untuk menemukan bibit unggul,” pesannya.
Dirinya juga menilai kehadiran lengkap unsur daerah dalam pengukuhan ini sebagai harmoni luar biasa.
“Yang menjalankan ada, yang menganggarkan ada, dan yang menjaga ada. Ini harmoni yang luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PBPI NTB, Mirah Midadan Fahmid, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan padel di NTB tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada penguatan ekonomi olahraga.
Menurutnya, padel memiliki potensi besar dalam mendorong investasi fasilitas olahraga, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan sektor jasa dan ekonomi pendukung, mulai dari turnamen, pelatihan, sponsorship, hingga industri kreatif olahraga.
“Padel tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi dapat menjadi bagian dari ekonomi olahraga lokal yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Mirah menjelaskan, tren pertumbuhan padel di Indonesia terlihat sangat jelas dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan meningkatnya jumlah klub, lapangan, dan partisipasi pemain, khususnya dari kalangan generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa padel memiliki daya tarik pasar yang kuat sekaligus potensi besar sebagai olahraga prestasi, termasuk di NTB.
Dirinya juga menegaskan bahwa pesan Ketua Umum PBPI Pusat menjadi pegangan utama PBPI NTB, yakni menjadikan pengurus provinsi sebagai fondasi utama pengembangan padel nasional.
“Daerah tidak cukup hanya menjadi ruang tumbuh komunitas, tetapi harus menjadi basis pembinaan atlet dan lumbung prestasi,” katanya.
Pada periode awal kepengurusan, PBPI NTB memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi dan konsolidasi internal, disertai penyusunan arah pembinaan yang jelas dan terukur. Pembentukan pengurus kabupaten/kota akan dilakukan secara selektif dan bertahap, berbasis kesiapan nyata, agar struktur yang dibentuk benar-benar aktif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Ir. Lalu Hamdi, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan pengurus PBPI NTB. Dirinya menilai momentum ini sangat strategis, mengingat NTB memiliki banyak pekerjaan rumah besar ke depan, termasuk Porprov dan PON 2028.
Menurutnya, penggabungan pendidikan, pemuda, dan olahraga dalam satu dinas merupakan langkah strategis untuk menciptakan siklus pembinaan yang berkelanjutan.
“Di dalamnya ada unsur pendidikan, pemuda, dan olahraga. Ini akan membentuk siklus permanen pembinaan bakat. Kami ingin mencetak pemuda yang tangguh, kompetitif, sehat, dan bugar,” ujarnya.
Dirinya juga menegaskan, Dikdispora NTB siap melakukan konsolidasi dan menjadi mitra strategis PBPI NTB dalam rencana besar pengembangan olahraga padel ke depan, terutama dalam penjaringan bibit atlet melalui jalur pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Umum KONI NTB, M. Nur Haedin juga menyampaikan pesan terkait pentingnya pelantikan cabang olahraga. Dirinya menjelaskan bahwa KONI dan seluruh cabang olahraga terbentuk berdasarkan landasan hukum, mulai dari UUD 1945, undang-undang pemerintahan, hingga AD/ART KONI.
“Pelantikan itu wajib, karena menjadi dasar pengesahan organisasi untuk bergerak dan berkegiatan,” tegasnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa KONI NTB tidak pernah melarang cabang olahraga mana pun untuk bergabung, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kepada PBPI NTB, Sekretaris Umum KONI NTB memberikan beberapa pesan penting, yakni memperkuat organisasi dari tingkat daerah hingga provinsi, melakukan pembinaan profesi atlet untuk melahirkan prestasi, serta melakukan sosialisasi padel kepada masyarakat guna memperluas penjaringan atlet.
Dirinya juga mengingatkan agenda besar ke depan, yakni Porprov ke-12 tahun 2026 yang akan digelar pada Juli, serta PON 2028, yang menjadi target besar pengembangan padel nasional.
Pengukuhan PBPI NTB ini menandai babak baru olahraga padel di Nusa Tenggara Barat, sekaligus mempertegas posisi NTB sebagai daerah strategis dalam peta perkembangan padel Indonesia menuju panggung nasional dan internasional.
Acara pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBPI Pusat, Galih Dimuntur Kartasasmita, serta sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Ketua DPRD Provinsi NTB, pimpinan Komisi V DPRD NTB, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikdispora) NTB, dan Sekretaris Jenderal KONI NTB.***
