Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat dan kelompok-kelompok warga di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Mengangkat tema Bhinneka Tunggal Ika, kegiatan tersebut secara khusus melibatkan kelompok tani dan nelayan. Forum ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya persatuan, gotong royong, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Mirah Midadan Fahmid menyampaikan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas kelompok tani dan nelayan.
“Perbedaan latar belakang, profesi, maupun pandangan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana perbedaan tersebut menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan membangun daerah secara bersama-sama,” ujar Mirah.
Menurutnya, kelompok tani dan nelayan memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat karena berkontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus menggerakkan roda ekonomi di tingkat lokal.
Karena itu, semangat persatuan dan gotong royong perlu terus diperkuat. Berbagai persoalan yang dihadapi petani dan nelayan, mulai dari akses permodalan, sarana produksi, teknologi, pemasaran, hingga peningkatan kesejahteraan, membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
“Bhinneka Tunggal Ika jangan hanya menjadi semboyan. Nilainya harus hadir dalam kehidupan masyarakat, salah satunya melalui semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mirah juga mengajak kelompok tani dan nelayan untuk memperkuat kelembagaan kelompok serta membangun jejaring kerja sama. Menurutnya, kelompok masyarakat yang solid akan lebih mudah mengembangkan potensi ekonomi dan memperjuangkan kepentingan bersama.
Ia juga menekankan pentingnya regenerasi di sektor pertanian dan perikanan. Generasi muda, kata Mirah, perlu diberikan ruang untuk terlibat dengan pendekatan yang lebih modern melalui teknologi, inovasi, dan pengembangan usaha.
“Pertanian dan perikanan memiliki potensi ekonomi yang besar. Generasi muda harus melihat sektor ini sebagai peluang, bukan sekadar pekerjaan tradisional,” tuturnya.
Selain menyampaikan materi mengenai Bhinneka Tunggal Ika, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Mirah menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
“Petani, nelayan, pemuda, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan seluruh warga memiliki peran dalam pembangunan. Dengan persatuan dan kerja sama, potensi yang kita miliki dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar tersebut, Mirah berharap nilai-nilai kebangsaan semakin dipahami dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun kebersamaan, menjaga persatuan, serta memperkuat semangat gotong royong di Kecamatan Jonggat dan Kabupaten Lombok Tengah. ***
