Rara Siti Rachmawati Raih Penghargaan Khusus di Voice of Turan 2026, Harumkan Nama Indonesia di Kazakhstan!

POLITITUDE – Penyanyi Indonesia Rara Siti Rachmawati menorehkan prestasi di panggung internasional dengan meraih penghargaan khusus “Diplomat of the International Festival of Kazakh Songs” dalam ajang Voice of Turan 2026 di Turkistan, Kazakhstan, pada 26–27 September 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas penampilan Rara membawakan lagu berbahasa Kazakhstan dengan sangat baik di hadapan peserta dari 20 negara.

Rara tampil sebagai delegasi Indonesia dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Akimat (Kantor Gubernur) Wilayah Turkistan tersebut. Tahun ini, Indonesia menjadi satu-satunya peserta dari kawasan ASEAN dan telah berpartisipasi dalam Voice of Turan secara berturut-turut sejak 2024.

Dalam penampilannya, Rara membawakan lagu dalam bahasa Kazakhstan dan bahasa Indonesia. Rara juga memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara melalui busana yang dikenakannya, yakni pakaian adat Bugis dari Sulawesi Selatan dan busana Melayu Riau.

Penghargaan di Kazakhstan menambah catatan prestasi Rara Siti Rachmawati dalam perjalanan kariernya sebagai penyanyi. Sebelumnya, Rara berhasil meraih Juara 1 Nasional Bintang Radio Indonesia 2017. Pada 2023, Rara kembali mencuri perhatian melalui ajang Indonesian Idol musim ke-12 dan berhasil menembus Top 30 Indonesian Idol 2023.

Setelah mengikuti Indonesian Idol, Rara terus mengembangkan kariernya sebagai penyanyi profesional dan menghasilkan sejumlah karya musik, antara lain Asing Dalam Satu Malam, Semesta Hatiku, dan Aku Harus Apa. Selain aktif bermusik, Rara juga menjalani profesi sebagai guru Bisnis Digital di salah satu SMK di Pekanbaru, Provinsi Riau.

Keikutsertaan Rara dalam Voice of Turan 2026 mendapat dukungan dan pendampingan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Astana. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan seni, budaya, dan talenta Indonesia kepada masyarakat Kazakhstan dan negara-negara peserta lainnya.



Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, mengapresiasi prestasi Rara sekaligus menekankan pentingnya keberlanjutan partisipasi Indonesia dalam ajang tersebut.

“Selamat Rara. Namun, yang terpenting, Indonesia bisa ikut tiga kali berturut-turut dalam Voice of Turan. Semoga dipertahankan untuk selalu ikut di tahun-tahun berikutnya sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia,” ujar Fadjroel.

Menurut Fadjroel, Voice of Turan tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga memiliki manfaat strategis untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Kazakhstan dan negara-negara peserta lainnya.


“Voice of Turan sangat bermanfaat untuk promosi wisata Indonesia di Kazakhstan dan Turkistan, terutama terkait visa free dan Tahun Kunjungan Indonesia-Kazakhstan 2026–2027, serta meningkatkan visibility Indonesia pada 20 negara peserta Voice of Turan,” kata Fadjroel.

Voice of Turan 2026 merupakan penyelenggaraan ketujuh dan diikuti peserta dari sekitar 20 negara dari empat benua. Kehadiran Indonesia dalam ajang tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Nusantara sekaligus membangun jejaring dengan masyarakat internasional.

Bagi Indonesia, partisipasi selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan keberlanjutan keterlibatan dalam forum budaya internasional di Kazakhstan. Kehadiran Rara tahun ini sekaligus memberikan warna baru melalui perpaduan penampilan musik Indonesia dan Kazakhstan serta pengenalan busana tradisional Nusantara.



Prestasi Rara Siti Rachmawati di Voice of Turan 2026 sekaligus memperkuat peran seni dan musik sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia. Melalui panggung internasional tersebut, Indonesia tidak hanya hadir dalam kompetisi, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya, pariwisata, dan talenta Indonesia kepada masyarakat Kazakhstan serta peserta dari berbagai negara.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top