POLITITUDE – Jakarta, 12 Juli 2026 – Penyelenggaraan *Car Free Day (CFD)* oleh *Kitorang Bacarita* di kawasan Tugu Sepeda, Sudirman, Jakarta Minggu (12/7), tidak hanya menjadi ajang olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat ekonomi lokal dan melestarikan budaya daerah. Mengangkat tema *”Mari Torang Sehat Bersama, Bakumpul, Bakusimore, Bacarita”*, kegiatan ini menghadirkan perpaduan antara aktivitas kesehatan, hiburan budaya, dan pemberdayaan pelaku usaha mikro.
Masyarakat Maluku Utara tampak memadati lokasi sejak pagi untuk mengikuti berbagai aktivitas yang telah dipersiapkan panitia. Antusiasme warga semakin terasa dengan hadirnya beragam pertunjukan seni, bazar kuliner, hingga kehadiran tokoh-tokoh dan figur Maluku Utara yang ikut meramaikan kegiatan.
Ketua Panitia, *Rahma Muhammad*, mengatakan bahwa konsep Car Free Day tahun ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempertemukan masyarakat dalam suasana yang sehat, menyenangkan, sekaligus produktif. Tidak hanya berolahraga, masyarakat juga dapat menikmati kekayaan budaya daerah serta mendukung UMKM lokal yang menjadi tulang punggung perekonomian,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah bazar kuliner UMKM yang menghadirkan berbagai produk khas Maluku Utara. Puluhan pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat yang hadir. Kehadiran bazar menjadi bukti bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai media promosi sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.
Di sisi lain, rangkaian hiburan turut memperkaya pengalaman para pengunjung. Penampilan *Baronggeng*, *LNE Dance*, hingga hiburan musik berhasil menciptakan suasana yang meriah sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat. Seluruh pertunjukan mendapat sambutan hangat dari warga yang memadati kawasan Tugu Sepeda sepanjang kegiatan berlangsung.
Kehadiran lintas tokoh dan figur Maluku Utara juga memberikan makna tersendiri bagi penyelenggaraan Car Free Day. Momentum tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara masyarakat, komunitas, tokoh daerah, dan pelaku usaha dapat diwujudkan melalui kegiatan yang sederhana namun berdampak positif.
Rahma Muhammad berharap kegiatan ini mampu menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak ruang publik yang menghadirkan manfaat sosial, ekonomi, dan budaya secara bersamaan.
“Kami ingin masyarakat merasa memiliki kegiatan ini. Semoga Car Free Day Kitorang Bacarita menjadi tempat bertemu, saling mengenal, saling mendukung, sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap budaya dan produk lokal Maluku Utara,” tuturnya.
Dengan mengusung semangat *”Mari Torang Sehat Bersama, Bakumpul, Bakusimore, Bacarita”*, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap pelaku UMKM, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku Utara.
Kegiatan Car Free Day Kitorang Bacarita juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat yang hadir dan berbaur bersama warga. Di antaranya Thaib Armayin, Gubernur pertama Provinsi Maluku Utara, Sahrin Hamid, Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Amran Mustari, mantan Kepala Balai Pekerjaan Umum (PU) Maluku dan Maluku Utara, serta Prof. Abdul Haris Fatgehipon, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Car Free Day Kitorang Bacarita diharapkan dapat terus berkembang sebagai agenda publik yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan penguatan solidaritas sosial di Maluku Utara.***
