Anggota MPR RI, Mirah Midadan Fahmid, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat dan berbagai kelompok warga di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Ekonomi Pancasila bagi Ibu UMKM” sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya nilai – nilai Pancasila dalam membangun ekonomi yang berkeadilan, mandiri dan berpihak pada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Mirah menekankan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga memiliki relevansi yang kuat dalam aktivitas ekonomi masyarakat sehari – hari. Nilai gotong royong, keadilan sosial, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Ibu-ibu pelaku UMKM adalah salah satu kekuatan ekonomi masyarakat. Dari rumah, dari lingkungan sekitar, banyak usaha kecil yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Karena itu, semangat ekonomi Pancasila harus hadir dalam penguatan UMKM kita,” ujar Mirah.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh hanya dipandang sebagai penerima bantuan, tetapi harus ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi masyarakat. Penguatan kapasitas, akses permodalan, pemasaran, digitalisasi, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan kelembagaan menjadi hal penting agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.
Mirah juga mengajak para ibu pelaku UMKM untuk membangun usaha dengan semangat gotong royong dan kolaborasi. Para pelaku usaha dapat saling membantu dalam hal pemasaran, pengadaan bahan baku, pengembangan produk, hingga membangun jaringan usaha bersama.
“Ekonomi Pancasila bukan tentang siapa yang paling besar, tetapi bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan bersama. UMKM harus tumbuh, ibu – ibu harus semakin berdaya dan keuntungan dari kegiatan ekonomi harus mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Lombok Barat, khususnya Kecamatan Narmada, memiliki potensi ekonomi masyarakat yang besar. Selain sector perdagangan dan UMKM, potensi produk pangan lokal, kerajinan, pertanian, pariwisata, serta ekonomi kreatif dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Mirah juga mendorong agar produk-produk UMKM lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar sekitar, tetapi secara bertahap dapat naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurutnya, peningkatan kualitas kemasan, legalitas usaha, sertifikasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta kemampuan memasarkan produk melalui berbagai platform menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMKM.
“Kita ingin ibu-ibu UMKM di Narmada tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi menjadi pengusaha yang mandiri dan memiliki daya saing. Negara harus hadir memberikan ruang, akses, dan dukungan agar usaha masyarakat dapat berkembang,” tutur Mirah.
Sosialisasi Empat Pilar tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, persoalan, dan berbagai kebutuhan yang dihadapi kelompok-kelompok warga, khususnya dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Mirah menegaskan bahwa sebagai Anggota DPD RI, dirinya akan terus membawa aspirasi masyarakat NTB ke tingkat nasional, termasuk berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan penguatan UMKM, pemberdayaan perempuan, ekonomi kerakyatan, serta pemerataan pembangunan.
Melalui kegiatan tersebut, Mirah berharap nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui aktivitas ekonomi masyarakat.
“Mari kita jadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam usaha kita: bekerja dengan jujur, saling membantu, bergotong royong, menghargai sesama, dan memastikan usaha yang kita bangun memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” pungkasnya. ***
