POLITITUDE – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, menyalurkan bantuan hewan kurban untuk masyarakat di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha.
Bantuan ini diserahkan sebagai wujud kepedulian, solidaritas, sekaligus momentum untuk mempererat kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat.
Proses penyembelihan dan distribusi daging kurban yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini berpusat di Dusun Tente, Desa Calabai. Kegiatan tersebut disambut hangat oleh Camat Pekat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, warga setempat, serta dibantu oleh sejumlah anggota Brigif TP 31 Kecamatan Pekat.
Dalam pesan tertulisnya, Mirah Midadan Fahmid menyampaikan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga sarana penting untuk memperkuat hubungan sosial dan merawat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Kurban Kecamatan Pekat, Furkan Kamil, S.Sos., mengungkapkan rasa terima kasihnya. Menurutnya, bantuan tersebut membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga.
“Iduladha mengajarkan kita arti keikhlasan dan kepedulian. Kehadiran bantuan dari Ibu Mirah bukan hanya menghadirkan daging kurban, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan dihargai oleh wakil rakyatnya sendiri. Semoga silaturahmi dan kepedulian seperti ini terus terjaga,” ujar Furkan.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Sekretaris Panitia Kurban, drh. Fatahillah alias Fatir. Ia menilai aksi nyata ini memberikan kesan positif yang mendalam bagi masyarakat di Kecamatan Pekat.
“Kalau biasanya masyarakat hanya melihat wakil rakyat lewat layar dan baliho, kali ini Ibu Mirah hadir lewat kepedulian nyata. Jujur saja, warga Pekat jadi makin kagum. Beliau bukan hanya cantik dalam penampilan, tapi juga cantik dalam perhatian kepada masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana Kegiatan, Om Beni, menambahkan bahwa agenda ini menjadi bukti kuatnya nilai kebersamaan yang masih terjaga di Kecamatan Pekat. Sinergi antara warga, panitia, aparat, dan tokoh daerah membuat seluruh proses berjalan dengan lancar.
“Kami kerja dari pagi sampai selesai dengan semangat yang sama, karena ini bukan sekadar potong hewan kurban. Ini tentang rasa persaudaraan. Saat masyarakat, panitia, aparat, dan tokoh daerah bisa duduk dan bekerja bersama, di situlah kekuatan Pekat sebenarnya terlihat,” pungkas Om Beni.
Berkat kerja sama yang solid dari seluruh pihak, proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban kepada warga yang membutuhkan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.***
